▴cover Profesi Dietisien▴ - SPMB RPL Prodi Dietisien
- Laporan Kegiatan Posyandu
- WORKSHOP IN HOUSE TRAINING CLINICAL INSTRUCTOR (CI)
- Informasi Elektronik Asuhan Gizi Terstandar
- Tingkatkan Implementasi! Dapatkan Modul Interaktif Sesuai Peringkat Intervensi Terbaik Anda.
- Informasi tentang eMPGM
- Jual Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras!
- Yudisium Profesi Dietisien: Mengukuhkan Langkah Menuju Profesionalisme Gizi
- Program Makanan Sehat Bergizi Gratis di Republik Indonesia: Investasi untuk Generasi Emas 2045
- Pengabmas
Yudisium Profesi Dietisien: Mengukuhkan Langkah Menuju Profesionalisme Gizi
Yudisium Profesi Dietisien: Mengukuhkan Langkah Menuju Profesionalisme Gizi
Yudisium Profesi Dietisien: Mengukuhkan Langkah Menuju Profesionalisme Gizi
Suasana haru dan kebanggaan menyelimuti acara Yudisium Program Studi Profesi Dietisien Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, yang digelar di Student Center Kampus Utama Polkesma. Acara ini menjadi momen istimewa bagi para calon dietisien yang resmi dikukuhkan setelah menempuh perjalanan panjang akademik dan praktik profesi.
Ruang yudisium tampil semarak dengan nuansa institusional yang elegan. Dihadiri oleh dosen pembimbing, pengelola program studi, dan seluruh peserta yudisium, kegiatan berlangsung dengan penuh khidmat. Prosesi ini menjadi simbol pengukuhan kompetensi dan integritas para lulusan dalam mengemban profesi dietisien yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, etika, dan profesionalisme.
Pada 27 Mei 2025, sebanyak 59 peserta mengikuti yudisium gelombang pertama, terdiri atas: 27 mahasiswa Angkatan I Kelas Kerjasama (Poltekkes Malang, DPD Persagi Kaltim, dan Poltekkes Kaltim), dan 32 mahasiswa Kelas Reguler Poltekkes Malang. Selanjutnya, gelombang kedua diselenggarakan pada 3 Oktober 2025, diikuti oleh 43 peserta, meliputi: 37 mahasiswa Angkatan I Kelas RPL, 2 mahasiswa Kelas Kerjasama, dan 4 mahasiswa Kelas Reguler Malang.
Dengan semangat baru dan kompetensi yang telah teruji, para dietisien muda ini diharapkan mampu membawa perubahan positif di berbagai lini pelayanan gizi dari klinik hingga komunitas, dari penelitian hingga kebijakan.
“Menjadi dietisien bukan hanya tentang ilmu gizi, tetapi tentang dedikasi untuk kemanusiaan,” demikian pesan yang menggema di akhir acara — menegaskan makna sejati dari profesi dietisien yang berjiwa etis, empatik, dan berintegritas.
???? “Langkah pasti menuju profesionalisme gizi, dimulai dari sini.”

.png)

