▴cover Profesi Dietisien▴ - SPMB RPL Prodi Dietisien
- Laporan Kegiatan Posyandu
- WORKSHOP IN HOUSE TRAINING CLINICAL INSTRUCTOR (CI)
- Informasi Elektronik Asuhan Gizi Terstandar
- Tingkatkan Implementasi! Dapatkan Modul Interaktif Sesuai Peringkat Intervensi Terbaik Anda.
- Informasi tentang eMPGM
- Jual Lebih Cerdas, Bukan Lebih Keras!
- Yudisium Profesi Dietisien: Mengukuhkan Langkah Menuju Profesionalisme Gizi
- Program Makanan Sehat Bergizi Gratis di Republik Indonesia: Investasi untuk Generasi Emas 2045
- Pengabmas
Evaluasi Kepuasan
Evaluasi Kepuasan dan Pengembangan Layanan Pendidikan
Informasi ini disusun sebagai bagian dari keterbukaan dan penjaminan mutu layanan pendidikan. Masukan dari mahasiswa, alumni, mitra, pengguna lulusan, tenaga kependidikan, dan unit terkait digunakan untuk memperkuat layanan pendidikan secara bertahap, terukur, dan berkelanjutan.
Mengapa evaluasi ini dilakukan?
Evaluasi kepuasan menjadi salah satu cara untuk melihat apakah layanan pendidikan sudah mudah diakses, jelas, responsif, dan mendukung pengalaman belajar mahasiswa. Hasilnya digunakan sebagai bahan pengendalian dan peningkatan mutu dalam Sistem Penjaminan Mutu Internal, termasuk untuk memperkuat pengalaman belajar yang mendukung ketercapaian capaian pembelajaran lulusan (CPL).
Menangkap persepsi pengguna terhadap kualitas layanan pendidikan.
Menempatkan evaluasi sebagai dasar pengendalian dan peningkatan mutu.
Melibatkan mahasiswa, alumni, mitra, pengguna lulusan, tendik, dan unit terkait.
Mengarahkan hasil evaluasi menjadi prioritas pengembangan yang dapat dimonitor.
Apa yang menjadi perhatian dari hasil evaluasi?
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa layanan berada pada kategori sangat baik, namun beberapa area tetap perlu diperkuat agar pengalaman belajar dan layanan administrasi semakin baik dari waktu ke waktu.
Kekuatan yang perlu dipertahankan
Kompetensi dosen, pembimbing, dan pelaksana layanan dinilai mendukung proses pendidikan profesi.
Kolaborasi dengan mitra praktik menjadi bagian penting dalam pembelajaran berbasis pengalaman.
Relevansi pembelajaran praktik mendukung kesiapan mahasiswa dalam menjalankan peran profesional dietisien.
Area pengembangan yang perlu terus diperhatikan
Efisiensi waktu pelayanan akademik dan administrasi, terutama yang melibatkan koordinasi lintas unit.
Konsistensi prosedur layanan agar informasi dan alur layanan lebih mudah diikuti oleh mahasiswa.
Penguatan sarana pembelajaran praktik, sistem pengaduan, dan dokumentasi tindak lanjut.
Pengembangan layanan yang dilakukan bersama
Pengembangan layanan tidak hanya menjadi tugas program studi. Beberapa hal memerlukan dukungan jurusan, UPPS, tenaga kependidikan, unit teknologi informasi, unit sarana prasarana, penjaminan mutu, dan mitra praktik.
| Area Pengembangan | Yang Diperkuat | Pihak yang Terlibat | Cara Melihat Perkembangan |
|---|---|---|---|
| Waktu pelayanan | Penataan alur layanan, pemanfaatan layanan digital, dan kejelasan waktu penyelesaian layanan. | Prodi, jurusan, UPPS, tenaga kependidikan, dan unit layanan terkait. | Waktu respons lebih terdokumentasi dan proses layanan lebih mudah dilacak. |
| Koordinasi layanan | Penguatan SOP, penyelarasan informasi, dan koordinasi lintas unit untuk kegiatan akademik dan praktik profesi. | Prodi, jurusan, lahan praktik, pembimbing, dan pengelola akademik. | Informasi kegiatan lebih seragam dan kendala koordinasi dapat dipetakan lebih awal. |
| Sarana pembelajaran praktik | Penguatan media pembelajaran, perangkat pendukung praktik, bank kasus, dan jejaring wahana praktik. | Prodi, UPPS, unit sarana prasarana, laboratorium, dan mitra praktik. | Ketersediaan sarana dan media pembelajaran praktik dapat dipantau melalui evaluasi pembelajaran dan umpan balik mahasiswa. |
| Penanganan pengaduan | Kanal pengaduan yang lebih mudah diakses, terdokumentasi, dan dapat dimonitor tindak lanjutnya. | Prodi, penjaminan mutu, tenaga kependidikan, dan unit layanan institusi. | Setiap masukan memiliki catatan tindak lanjut dan status penyelesaian yang lebih jelas. |
| Pengalaman belajar | Penguatan aktivitas pembelajaran yang mendukung ketercapaian CPL, termasuk praktik, edukasi, riset terapan, komunikasi profesional, dan pembelajaran reflektif. | Prodi, dosen, pembimbing praktik, mitra, dan pengguna lulusan. | Evaluasi pembelajaran, logbook, penilaian pembimbing, umpan balik mitra, dan evaluasi CPL dibaca secara terpadu. |
Alur pengembangan mutu yang digunakan
Agar tidak berhenti sebagai laporan, hasil evaluasi dibaca dalam alur sederhana yang dapat dipahami oleh mahasiswa, mitra, alumni, pengguna lulusan, dan masyarakat.
Bagaimana perkembangan layanan dipantau?
Pengembangan layanan dipantau melalui mekanisme yang realistis dan dapat ditindaklanjuti. Dengan demikian, informasi yang disampaikan pada web prodi tetap etis, profesional, dan tidak menimbulkan kesan janji yang berlebihan.
Monitoring layanan akademik dan administrasi
Monitoring pembelajaran praktik
Monitoring masukan layanan
Monitoring pengalaman belajar mahasiswa
Perjalanan pengembangan layanan 2023–2025
Berkelanjutan berarti proses perbaikan tidak berhenti pada satu kali survei. Hasil evaluasi dibaca, ditindaklanjuti sesuai kewenangan, dipantau, lalu digunakan kembali untuk menyusun pengembangan periode berikutnya. Bagian ini menunjukkan di mana letak berkelanjutannya: hasil evaluasi dibaca, dipilih menjadi prioritas, diperkuat bersama unit terkait, lalu dipantau kembali pada periode berikutnya.
Masukan dibaca dari IKM, evaluasi pembelajaran, umpan balik mitra, alumni, pengguna lulusan, dan unit layanan.
Area yang berulang dan berdampak pada layanan dipilih sebagai fokus pengembangan lintas pihak.
Layanan, SOP, sarana praktik, pengaduan, dan pengalaman belajar mahasiswa diperkuat secara bertahap.
Perkembangan dicatat, dievaluasi, dan digunakan kembali dalam siklus peningkatan mutu berikutnya.
Fokus pengembangan layanan dari tahun ke tahun
Visual ini membantu pembaca melihat perhatian pengembangan layanan selama tiga tahun terakhir. Angka pada gambar adalah skala fokus pengembangan, bukan nilai survei, bukan peringkat unit, dan bukan hasil penilaian capaian pembelajaran lulusan.
Ukuran pada peta ini adalah skala fokus pengembangan, bukan nilai IKM. Skala dibuat untuk membantu pembaca melihat arah perhatian perbaikan dari tahun ke tahun.
Fokus awal pada penataan dasar evaluasi dan peningkatan partisipasi agar data lebih kuat digunakan sebagai dasar pengembangan.
Fokus mulai mengarah pada efisiensi layanan, kualitas produk layanan, serta penguatan masukan dari berbagai pemangku kepentingan.
Fokus diperjelas pada layanan lintas unit, pengaduan, sarana praktik, dan pengalaman belajar mahasiswa.
Tahap pengembangan 2024–2027
Tahap berikut memperlihatkan di mana letak keberlanjutannya: evaluasi tahun berjalan menjadi dasar penataan layanan, lalu hasil monitoring menjadi masukan untuk periode berikutnya.
Penguatan dasar evaluasi
Data kepuasan mulai dibaca lebih luas melalui perspektif mahasiswa dan pemangku kepentingan untuk mengenali kekuatan serta area pengembangan layanan.
Penajaman area pengembangan
Evaluasi diarahkan pada efisiensi waktu pelayanan, koordinasi, sarana pembelajaran praktik, penanganan pengaduan, dan pengalaman belajar mahasiswa.
Penguatan sistem dan dokumentasi
Layanan digital, dokumentasi tindak lanjut, dan monitoring layanan diperkuat secara bertahap bersama unit terkait di lingkungan institusi.
Penguatan budaya mutu
Hasil evaluasi, tindak lanjut, dan dokumentasi mutu digunakan untuk memperkuat layanan pendidikan dan mendukung kesiapan akreditasi unggul.
Komunikasi dan informasi
Program Studi Pendidikan Profesi Dietisien terus melakukan evaluasi dan pengembangan layanan pendidikan berdasarkan hasil evaluasi berkala serta masukan dari berbagai pemangku kepentingan. Informasi lebih lanjut mengenai layanan pendidikan dapat diperoleh melalui kanal komunikasi resmi program studi dan institusi.
Website prodi
Informasi akademik, kegiatan, dan pengembangan layanan pendidikan disampaikan melalui laman resmi program studi.
Komunikasi resmi
Informasi layanan disampaikan melalui kanal komunikasi yang dikelola oleh program studi, jurusan, atau unit terkait sesuai kewenangan.
Koordinasi institusi
Pengembangan layanan dilakukan bersama jurusan, UPPS, tenaga kependidikan, unit layanan, dan mitra praktik sesuai kebutuhan pengembangan.
Komitmen peningkatan mutu
Program Studi Pendidikan Profesi Dietisien Poltekkes Kemenkes Malang terus menggunakan hasil evaluasi kepuasan dan masukan pengguna sebagai bahan refleksi dan pengembangan layanan. Melalui kerja bersama dengan institusi dan mitra, layanan pendidikan diharapkan semakin mudah diakses, responsif, terdokumentasi, dan mendukung pengalaman belajar mahasiswa dalam mencapai capaian pembelajaran lulusan.







